Libur Panjang, Pemandian Air Panas Padusan Pacet Mojokerto Diserbu Wisatawan

Pemandian air panas Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto


Mojokerto – Pemandian air panas Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto diserbu wisatawan yang menikmati long weekend. Pengelola objek wisata membatasi jumlah pengunjung, maksimal 1.400 orang dalam satu hari.

Semua wahana di pemandian air panas Padusan ramai wisatawan. Mulai dari kolam renang anak-anak dan dewasa, kolam berendam air panas, hingga deretan warung makan. Banyak juga pengunjung yang sekadar makan bersama keluarga masing-masing di bawah pepohonan yang rindang di kawasan wisata ini.

Pantauan di lokasi, setiap wisatawan yang masuk wajib memakai masker. Mereka menjalani pemeriksaan suhu tubuh pada pintu masuk pemandian. Namun saat berenang di kolam dan berendam di kolam air panas, tidak seorang pun pengunjung yang memakai masker. Baik anak-anak maupun para wisatawan dewasa.

Seperti yang dilakukan Mufarida (42), wisatawan asal Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Karyawati pabrik ini tidak memakai masker saat berenang di kolam agar tidak kesulitan bernafas.
Baca juga :


“Setelah berenang saya memakai masker sesuai protokol kesehatan,” ujarnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (20/8/2020).

Hanya sebagian kecil pengunjung yang mempunyai kesadaran memakai masker untuk mencegah penyebaran COVID-19. Mereka yang memakai masker sekadar duduk di pinggir kolam. Salah satunya Siti Basyaroh, wisatawan asal Kecamatan Tikung, Lamongan. Dia datang ke pemandian air panas Padusan bersama 14 orang keluarganya.

“Selain memakai masker, saya juga membawa hand sanitizer. Jadi, tidak khawatir tertular Corona,” terangnya.

Koordinator Pemandian Air Panas Padusan Heru Utomo menjelaskan, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan terhadap para wisatawan. Mulai dari mewajibkan setiap pengunjung memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, hingga mengecek suhu tubuh menggunakan thermo gun.

“Kalau di dalam kolam memang agak susah untuk membatasi wisatawan,” jelasnya.

Hingga pukul 13.00 WIB, lanjut Heru, objek wisata di Desa Padusan, Kecamatan Pacet ini sudah diserbu 700 wisatawan dari Mojokerto dan daerah sekitarnya. Pihaknya membatasi jumlah pengunjung maksimal 1.400 orang dalam satu hari.


“Kami batasi maksimal 1.400 pengunjung per hari, tapi hari ini prediksi kami 1.100 pengunjung sampai malam nanti,” tegasnya.

Heru menambahkan, kunjungan wisatawan selama pandemi COVID-19 tergolong belum normal. Karena jumlah pengunjung yang datang ke pemandian di lereng Gunung Welirang ini paling banyak 1.400 orang dalam satu hari. Kunjungan wisatawan di pemandian air panas Padusan paling tinggi terjadi pada 17 Agustus lalu.

“Kondisinya belum normal sepenuhnya, sepertinya masyarakat masih takut dengan Corona. Pada kondisi normal, wisatawan sampai 1.500-2.000 orang dalam sehari pada hari libur,” tandasnya.

Untuk masuk ke kawasan wisata air panas Padusan, pengunjung harus membayar tiga tiket sekaligus. Yaitu tiket masuk Rp 15.000 untuk setiap orang dewasa dan Rp 12.500 untuk anak-anak, tiket masuk area parkir Rp 3.000 untuk mobil dan Rp 2.000 untuk sepeda motor, serta asuransi bagi pengunjung Rp 500 per orang.

Itu belum termasuk ongkos parkir kendaraan. Saat akan masuk ke kolam pemandian air panas, wisatawan kembali harus membayar tiket masuk. Yaitu Rp 10.000 untuk setiap orang dewasa dan Rp 7.500 untuk anak-anak.

Sumber: detik.com (dikutip sepenuhnya)
Baca juga :