PO Ardiansyah Akhirnya Buka Suara Soal Kecelakaan Maut Tol Mojokerto

Kecelakaan maut bus PO Ardiansyah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Kecelakaan di Tol Mojokerto ini merenggut 16 nyawa penumpangnya. Usai tragedi ini, perwakilan PO Ardiansyah akhirnya buka suara.

Awalnya, tim mencoba mendatangi kantor PO Ardiansyah di Desa Beton RW 6, Gading Watu, Kecamatan Menganti, Gresik. Garasi ini tampak sepi, bahkan tak ada satu pun bus yang parkir.

Lalu, detikJatim mencoba mencari rumah pemilik PO Ardiansyah dengan bertanya pada warga sekitar. Saat sampai di rumah pemilik PO Ardiansyah, detikJatim ditemui salah satu manajemen PO Ardiansyah. Namun, dia tidak berkenan namanya disebut di dalam berita.

Dia mengatakan, pascakecelakaan maut, pihak manajemen masih cukup sibuk. Pihaknya masih mengurus berkas-berkas di rumah sakit dan Jasa Raharja. Belum lagi, pihak manajemen juga harus mondar-mandir datang memenuhi panggilan polisi untuk menjalani pemeriksaan.

“Iya, mas memang enggak ada orang di sana (garasi), karena kami harus mengurus berkas-berkas di Jasa Raharja. Belum lagi harus datang ke kantor polisi,” katanya, Sabtu (21/5/2022).

Mengenai tak adanya bus yang terparkir di garasi, dia mengatakan jika 5 bus sedang dibawa para sopir untuk diparkir ke rumah masing-masing. Sebab, jalan menuju kantor PO Ardiansyah sedang ada kegiatan warga.

Manajemen PO Ardiansyah juga mengakui, pascakecelakaan banyak masyarakat yang membatalkan orderan.

“Ya memang busnya dibawa sopirnya karena tidak bisa lewat. Kan tadi ada kegiatan warga. Setelah kecelakaan itu, banyak yang membatalkan orderan mas, banyak yang trauma,” imbuhnya.

Sebelumnya, bus Ardiansyah bernopol S 7322 UW yang dikemudikan kernet bus, Ade Firmansyah (29), warga Sememi, Kelurahan Benowo, Pakal, Surabaya melaju dari barat ke timur atau dari arah Caruban, Madiun ke Surabaya. Sampai di KM 712.400A Tol Sumo pada Senin (16/5) sekitar pukul 06.15 WIB, bus mendadak oleng ke kiri karena Ade tertidur lelap.

Akibatnya, bus berpenumpang 32 orang itu menabrak besi pembatas jalan tol, lalu menabrak fondasi tiang VMS. Kerasnya benturan membuat bagian depan sisi kiri bus ini hancur. Bus juga terguling ke kanan di lajur kiri jalan tol. Sedangkan tiang VMS ambruk beserta fondasinya.

Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan 16 penumpang tewas. Selain itu, 16 penumpang dan kernet bus terluka. Sedangkan sopir bus, Ahmad Ari Ardiyanto (31), warga Desa Boteng, Menganti Gresik, selamat karena tidur di bagasi bus saat kecelakaan terjadi. Maka, total ada 34 orang di dalam bus nahas tersebut.(tim/Sam)

Baca juga :