Ini Penyebab Hilangnya Dua Kuburan di Jombang

Abrasi Sungai Pancir Gunting yang berkelanjutan mengakibatkan dua kuburan warga Dusun Betek Utara lenyap. Jasad di dua kuburan itu juga hilang terbawa aliran sungai. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang

Informasi yang dihimpun boleh suarajawatimur.com, warga berbondong-bondong memindahkan beberapa kuburan yang posisinya kritis,

Kepala Dusun Betek Utara, Basori menjelaskan tentang hilangnya kedua makam tersebut.

“Karena longsor, yang dua makam tidak terselamatkan, sudah hilang. Yaitu makam Kunari, satunya sudah lama, tak ada namanya,” ungkapnya.

Pemindahan kuburan juga dilakukan oleh Sarwan (67), Ketua RT 03 RW 02 Dusun Betek Utara. Dia memindahkan makam ibunya, Romlah pada Selasa (6/4). Karena posisi kuburan yang dulunya sekitar 4 meter dari bibir Sungai Pancir Gunting, kini tinggal 0,5 meter saja.

Jasad Romlah dia pindahkan namun tetap di pemakaman Dusun Betek Utara, yang jauh dari bibir sungai. Tempat pemakaman umum (TPU) ini persis di sebelah timur Sungai Pancir Gunting.

“Kemarin saya pindahkan karena tinggal 0,5 meter dari sungai. Sebelum tergerus saya pindahkan,” kata Sarwan kepada, Rabu (7/4).

Kepala Dusun Betek Utara Basori menjelaskan, abrasi lahan pemakaman terjadi sekitar dua pekan lalu. Rumpun bambu di sisi paling barat lahan pemakaman amblas akibat tergerus arus Sungai Pancir Gunting yang saat itu debitnya sedang tinggi.

“Rumpun bambu amblas ke sungai sehingga ada celah sekitar 4 meter. Air dari selatan melalui celah sehingga menggerus tanah makam di sekitar bambu yang hanyut. Karakter tanahnya berpasir mudah tergerus air,” terang pria yang juga menjadi Modin Desa Betek tersebut.

Lahan TPU Dusun Betek Utara semakin terkikis arus Sungai Pancir Gunting. Sehingga terdapat sejumlah kuburan warga yang harus dipindahkan karena kurang dari 1 meter dari bibir sungai. Jika tidak, kuburan dan jenazah akan hanyut ke sungai.

“Yang belum dipindah posisi di bibir sungai ada sekitar 4 makam. Yang sudah dipindah 5 makam, hari ini 3, kemarin 1, sebelumnya 1,” jelas Basori.

Relokasi makam, tambah Basori, diserahkan kepada keluarga ahli kubur masing-masing. Dia berharap pemerintah segera membangun tembok penguat tanah makam di bibir Sungai Pancir Gunting, agar tidak merusak makam warga. Terlebih lagi musim hujan belum usai.

“Harapannya segera dibronjong dan dibangun paravet supaya tanah makam tidak semakin hilang,” pungkasnya.(Mya/tim)

Redaksi : Suara Jawa Timur
Sumber : Detik.com (Naskah Berita Asli)

Baca juga :