Walikota Blitar Langgar Prokes, Komisi II DPR : Harus Ada Teguran Keras

Belakangan ini sebuah video beredar di media sosial, memperlihatkan Wali Kota Blitar terpilih yang baru dilantik, Santoso, sedang asyik berpesta dan bernyanyi-nyanyi tanpa mematuhi protokol kesehatan, hal ini memantik rekasi keras dari Wakil Ketua Komisi II DPR, Luqman Hakim meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur Wali Kota Blitar Santoso.

Informasi yang dihimpun oleh suarajawatimur.com, Luqman khawatir, akan ada lagi kerumunan dan tindakan langgar protokol kesehatan di Blitar. Khususnya dilakukan oleh pendukung Santoso.

“Pesta Wali Kota Blitar yang melanggar protokol kesehatan itu, saya minta tidak didiamkan begitu saja oleh Gubernur Jatim dan Mendagri. Harus ada teguran keras. Kalau perlu, beri sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Luqman, saat dihubungi, Minggu (7/3).

Karena itulah, Luqman menilai tindakan yang dilakukan oleh Santoso sangatlah buruk. Bahkan, tindakan itu tidak patut untuk dicontoh.

“Pesta syukuran Wali Kota Blitar tanpa mematuhi protokol kesehatan merupakan tindakan buruk pejabat publik. Akan membuat sebagian masyarakat memiliki alasan untuk tidak mematuhi prokes. Tentu sangat disayangkan,” katanya.

Bagi Luqman, saat ini sedang masuk fase vaksinasi virus Corona (COVID-19). Pada fase ini, disebut perlu disiplin tinggi oleh semua orang.

“Fase penanganan COVID-19 berada dalam tahapan paling krusial, yakni vaksinasi. Fase vaksinasi ini, sesungguhnya membutuhkan disiplin lebih ketat penerapan prokes. Tanpa disiplin ketat penerapan prokes, vaksinasi tidak akan menghasilkan imunitas perseorangan dan kolektif. Sayang banget kalau duit ratusan triliun dibelanjakan negara untuk vaksinasi, tapi kurang bermanfaat akibat penerapan prokes yang tidak ketat di tengah masyarakat,” Tambahnya.

Pihaknya berharap tidak ada lagi kepala daerah yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan. “Semoga pelanggaran prokes oleh Wali Kota Blitar ini tidak diulangi oleh kepala daerah lainnya. Semoga ini kejadian terakhir,” katanya.

Diketahui, viral video Wali Kota Blitar Santoso menyanyi dan berjoget tanpa masker. Santoso mengakui kebenaran video itu, namun membantah jika dibilang melanggar protokol kesehatan.

Santoso mengatakan video itu diambil saat syukuran pelantikan dirinya sebagai Wali Kota Blitar periode 2021-2024. Acara itu berlangsung di Gedung Balai Kota Kusumo Wicitro, Jumat (26/2).

“Saya ingin dalam rangka makannya itu biar lebih bersemangat gitu, akhirnya ada elekton yang saya persembahkan,” kata Santoso dikonfirmasi detikcom, Minggu (7/3)

Santoso menolak jika dikatakan acaranya itu melanggar protokoler kesehatan. Dia berdalih, selain membatasi jumlah undangan, acara itu telah berakhir sebelum pukul 22.00 WIB.

“Ya. Jadi protokoler tetap kita perhatikan. Saya hanya undang sekitar 30 hingga 40 orang relawan hadir dalam acara tersebut. Dan itu pun kita batasi, tidak lebih dari jam 10 malam,” pungkas Santoso. (Mya/tim)

Redaksi: Suara Jawa Timur

Sumber: Detik.com (Naskah Berita Asli)

 

Baca juga :