Polisi Gagalkan Pencurian Hewan Ternak di Probolinggo, Satu Pelaku Dihadiahi Timah Panas

Pencurian hewan diamankan/Foto: M Rofiq


Probolinggo – Polisi Probolinggo menggagalkan pencurian hewan dua ekor sapi milik warga Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Satu orang ditangkap dan ditembak kakinya karena melawan. Sementara satu orang lagi DPO setelah berhasil melarikan diri.

Ndul (40) warga Desa Kedawung, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, tersungkur setelah timah panas menembus kaki kanannya. Penangkapan sindikat pelaku curwan ini, setelah polisi mendapatkan adanya laporan warga yang kehilangan 2 ekor sapi di kandangnya sekitar pukul 01:00 WIB, Sabtu (12/9/2020).

Tim gabungan dari tim buru sergap Polsek Leces yang dibantu Timsus dan anggota Satreskrim Polres Probolinggo menyanggong pelaku yang kerap kali melakukan aksi pencurian hewan (curwan). Petugas gabungan ini mengintai dan masuk kepelosok desa yang biasa dijadikan jalan untuk membawa lari sapi hasil curiannya.

“Benar saja, di tengah jalan desa yang gelap, pelaku kedapatan menuntun dua ekor sapi milik korban, pada saat penyergapan itulah, pelaku Ndul melawan dengan mengeluarkan sebilah clurit ke petugas saat hendak ditangkap, akibatnya petugas melakukan tindakan tegas terukur menembak kaki kanannya,”ujar AKP Ahmad Ghandi, Kapolsek Leces.
Baca juga :


Ahmad Ghandi mengaku, pihaknya sejak awal tahun 2020 sudah membentuk tim kecil yang tugasnya melakukan patroli tertutup, sehingga dapat mempermudah dalam mengungkap tindak kejahatan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang sempat kabur.

“Anggota kami dan Timsus mengejat pelaku lainnya” tegas AKP Gandhi.

Selain dua ekor sapi, petugas juga berhasil mengamankan 2 clurit yang digunakan untuk melawan petugas sebagai barang bukti.

Sementara itu, salah satu warga Syaiful, mengaku di desanya sering kali dilalui pelaku Curwan membawa hasil kejahatannya. Biasanya sapi tersebut selanjutnya diangkut menggunakan mobil di Jalan Raya Jalur Selatan Probolinggo-Lumajang.

“Sering pelaku pencurian hewan mencuri dari desa lain, melewati Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, membawa sapi hasil curian, namun warga tidak berani, karena pelaku membawa sajam jenis clurit semua dan biasanya juga membawa Bondet, jadi dibiarkan sama warga” ujar Syaiful saat dikonfirmasi.

Sumber: detik.com (naskah berita asli)
Baca juga :