Kasihan, Bayi Cantik Usia 8 Bulan asal Madura Derita Tumor di Kaki, Butuh 7 Kali Operasi

Seorang Bocah berusia 8 bulan asal Pamekasa Madura yang memiliki nama Nur Anisa Maharani (Rani) divonis dokter menderita Limfangioma (tumor jinak) di kaki kirinya. Kini, dia sudah ditangani tim dokter di RSUD dr Soetomo, Surabaya dan kondisinya mulai membaik.

Informasi yang dihimpun suarajawatimur.com, meski sudah ditangani tim dokter, pembengkakan kaki dari pangkal paha hingga telapak kakinya yang besarnya nyaris sama dengan tubuhnya masih tetap seperti semula.

Hanya saja, benjolan di lutut yang menghitam dan sering mengeluarkan bau busuk sekarang sudah mengering dan tidak lagi mengeluarkan darah, setelah Rani menjalani operasi tahap awal pada Senin (6/1/2020) lalu.

Sedangkan untuk operasi lanjutan, masih menunggu tiap tiga bulan lagi sekali, dan Rani diperkirakan masih memerlukan 5 hingga 7 kali operasi.

Abdul Halim (51), kakek Rani mengatakan, menurut dokter, tumor yang dialami cucunya ini merupakan penyakit langka, sehingga ditangani secara khusus oleh beberapa dokter spesialis.

Kata Hakim, selama ini dia harus bolak-balik Pamekasan ke Surabaya dari Senin sampai Kamis untuk memeriksakan cucunya ke Poli Anak, untuk mengetahui efek obat yang diminum Rani.

Selain itu, juga harus kontrol ke Poli Beda Plastik, untuk memantau perkembangan penyakitnya, juga ke Poli Hematologi, cek darah serta ke Poli Nutrisi. “Setiap hari, Rani harus minum obat 6 kali,” ungkapnya, Senin (27/01/2020)

Halim juga mengatakan, saat ini Rani yang tinggal di Jl Basar, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Kota, Pamekasan ini sering menangis dan mengigau. Seperti mengalami trauma, Sehingga harus ditemani minimal dua orang.

Sementar mengenai pengobatan penyakit Rani, sudah ditangani BPJS, namun untuk biaya bolak-balik dari Pamekasan – Surabaya dan biaya hidup di Surabaya, harus ditanggung sendiri dwngan menumpang di rumah familinya.

Hal ini juga mengetuk banyak warga yang membantu dan menggalan dana untuk Rani, khususnya warga Pamekasan. Diantaranya dari kalangan mahasiswa maupun organisasi dan Relawan.

“Alhamdulillah, untuk biaya hidup di Surabaya, kami banyak dibantu masyarakat. Kami berterima kasih kepada semuanya. Juga dukungan gubernur dan wakil Jatim dan bupati dan wakil bupati Pamekasan, kami berterima kasih,” ungkap Kakek Rani.(tim/spo)

Redaksi : Suara Jawa Timur

Baca juga :