Ciptakan Plastik Bisa Dimakan, Dua Siswi Ponorogo Juara 1 Nasional

Event kompetisi tingkat Nasional “Enviro Paper Competition 2019″ berhasil mengantarkan dua siswi kelas XII SMAN 3 Ponorogo menjadi Juara Satu Nasional.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, dua siswi tersebut berhasil menciptakan edible coating atau plastik yang lazim digunakan untuk membungkus makanan, namun ramah dan bisa dimakan.

Mereka adalah Fitriana Putri Anggraini (17) dan Umi Rohmatun Nafikah (17), dua siswi berhasil membuat plastik dari bahan limbah kulit buah naga dan cangkang telur.

Mereka mengaku terinspirasi dari banyaknya sampah plastik yang sulit diurai. Namun, dengan plastik Katya mereka bisa diurai Dalam waktu 30 hari, bahkan bisa dimakan.

Fitriana menjelaskan, dalam pembuatan edible coating, langkah awalnya adalah dengan mengeringkan kulit buah naga, lalu dihaluskan menjadi seperti tepung yang lembut. “Bahan yang sudah halus bisa disimpan dan dipakai saat dibutuhkan,” ungkapnya, Rabu (06/11/2019)

Sementara penggunaan kulit buah naga, menurutnya karen buah ini memiliki kandungan polifenol yang menjadi senyawa alami pada tumbuhan dan memiliki antibakteri saat digunakan sebagai bahan plastik.

“Awetnya secara alamiyah, dan dalam polifenol juga bisa menjadi antioksidan yang bermanfaat mencegah sel kanker berkembang dalam tubuh,” tambahnya.

Fitriana juga mengatakan, selain tepung dari kulit Bush naga, kedua siswi ini juga mengekstrak cangkang telur sampai menjadi serbuk tepung. Dengan langkah, dimasak dengan larutan NaOH selama 60 menit, lalu difiltrasi menggunakan aquades untuk menghilangkan kandungan NaOH-nya.

Setelah itu, diulang kembalu pemanasan menggunakan HCl selama 60 menit dan difiltrasi untuk menghilangkan kadungan dari HCl. Setelah dua langkah ini selesai, cangkang telur dikeringkan dan dihaluskan.

“Setelah keduanya menjadi tepung atau serbuk, baru dimasukkan ke dalam wadah yang sudah berisi air dan dicampur gliserol dan dipanaskan,” jelasnya.

Setelah itu, dilanjutkan dengan merebus campuran dengan terus diaduk supaya tidak menggumpal dan ditunggu sampai mendidih. Kemudian dituang ke dalam loyang atau cetakan sesuai dengan ketebalan plastik yang diinginkan.

Hasil karyanya inilah yang mengantarkan kedua siswi tersebut menjadi juara satu tingkat nasional pada ajang Enviro Paper Competition 2019 di Universitas Diponegoro, Semarang.(tim/spo)

Baca juga :