Angka Kematian Covid-19 di Lamongan Rendah

[ad_1]

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemkab Lamongan berhasil melewati gelombang ketiga Covid-19 dengan angka kematian rendah.  Kabid Pencegahan dan  Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan dr. Indra Tsani menjelaskan, untuk kasus meninggal selama periode gelombang ketiga tergolong kecil.

 

Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 periode Januari secara kumulatif sekitar 6.712 kasus. Hingga Maret ini, jumlah kumulatif sebanyak 8.896 kasus. Terdapat tambahan 2.184 kasus.

 

Sedangkan, jumlah kematian periode Januari sekitar 431 kasus. Per Maret ini, angka kematian menjadi 444 kasus. Tercatat ada tambahan 13 kasus meninggal selama tiga bulan.

 

Menurut dia, risiko penularan untuk varian Omicron lebih besar dibandingkan sebelumnya. Sehingga, dalam satu hari pernah ditemukan 70 kasus terkonfirmasi baru. Tapi risiko keparahan hingga kematian lebih kecil. Kecuali pasien memiliki penyakit penyerta.

 

‘’Alhamdulillah bisa melewati gelombang ketiga. Semoga tidak ada kasus yang membludak lagi selama masyarakat taat protokol kesehatan,” harapnya.

 

Indra menuturkan, risiko penularan dari varian baru ini lebih mudah, apabila tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup. Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi dosis tiga dan dosis dua bagi lansia, yang berpotensi lebih mudah terpapar. Beruntung target yang ditetapkan bisa terealisasi, yang membuat Lamongan berpeluang untuk masuk level 1.

 

‘’Secara kasus sudah ada penurunan, tapi memang belum ada kabupaten atau kota yang level I. Penilaiannya dari pak Luhut dan Inmendagri,” tuturnya.

 

Meski begitu, Indra memastikan, terus melakukan percepatan vaksinasi untuk membentuk kekebalan secara kelompok. Menurut dia, dosis I sebenarnya sudah menyentuh 92 persen. Namun, untuk dosis II masih sekitar 65 persen. Sebab masih terdapat sejumlah kendala. Salah satunya, belum waktunya dosis kedua, target belum bersedia divaksin.

 

‘’Tim terus melakukan percepatan untuk dosis I, II, dan III agar terbentuk kekebalan penuh,’’ katanya. (rka/ind)

[ad_2]

Dikutip dari: Sumber Berita (Naskah Asli)

Baca juga :