Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Wisata Pancar Wonotirto



GURAH, JP Radar Kediri- Malang benar nasib Rizqi Ragil Saputra, 12, bocah asal Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan. Kemarin (28/10), sekitar pukul 11.45, murid kelas VI SD itu tenggelam di sungai wisata Pancar Wonotirto, Desa Gayam, Kecamatan Gurah. Akibat kejadian tersebut, nyawanya tidak tertolong.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebut, wisata alam di Desa Gayam itu memang banyak dikunjungi warga. Tak hanya warga setempat. Namun dari luar desa pun banyak yang datang ke sana. Siang itu, Rizqi berkunjung bersama tiga saudaranya. 

Sesampai di lokasi, dia bermain dengan anak kakaknya yang berusia tujuh tahun. “Mereka main air di grojokan. Di sana dalamnya sekitar dua meter,” ucap Abdul, 31, warga Desa Gayam.

Pada saat bermain, menurut Abdul, anak kakak Rizqi terjun ke aliran sungai yang dalam. Melihat kejadian itu, Rizqi spontan ikut terjun. Dia ingin menyelamatkan keponakannya tersebut.

Warga yang mengetahui kejadian ini berusaha membantu menyelamatkan kedua bocah itu. “Yang bisa diselamatkan warga adalah anak yang paling kecil (berusia 7 tahun),” kata Abdul.

Sedangkan Rizqi tidak tertolong. Dia tenggelam di sungai yang cukup dalam. Seorang warga sempat menyelam sampai empat kali. Waktu pencarian sekitar setengah jam. Sampai akhirnya bocah itu dapat ditemukan. Ia dievakuasi dari sungai. Warga pun berupaya menyelamatkan nyawanya dengan memompa bagian perutnya.

Namun usaha itu sia-sia. Dalam kondisi kritis, Rizqi dibawa ke RS Siti Khodtijah, Gurah. Sayang, nyawanya tetap tidak bisa diselamatkan. Kejadian itu dibenarkan Camat Gurah Kaleb Untung Satrio. Insiden meninggalnya bocah 12 tahun itu dianggap sebagai pelajaran penting untuk pengelolaan wisata desa. “Dua anak itu bermain tanpa pengawasan,” ujarnya.

Padahal, ada dua orang dewasa (suami istri orang tua keponakan Rizqi) yang ikut ke lokasi wisata itu. Menurut Kaleb, ayah dan ibu dari anak tujuh tahun itu sedang makan siang. Sementara korban memilih bermain air bersama dengan keponakannya.

Adapun wisata desa itu dianggap belum sepenuhnya dikelola secara profesional. Sejauh ini, wisata terbuka untuk umum tanpa tarif tiket masuk. Terpisah, Kasihumas Polsek Gurah Bripka Heru Suyono ketika dikonfirmasi via telepon dan pesan singkat WhatsApp belum memberikan respons terkait kejadian tersebut.(rq/ndr)



Dikutip dari: Sumber Berita (Naskah Asli)

Baca juga :