Dua Siswi SMA di Ponorogo Ciptakan Biofoam dari Bonggol Jagung dan Ampas

Foto : jatimnow.com

Styrofoam, kini memang banyak digunakan untuk kemasan berbagai produk makanan. Namun, ada yang lebih ramah lingkungan dan sekarang mulai banyak digunakan, yaitu Biofoam yang terbuat dari bahan alam.

Nah, dua pelajar SMAN 3 Ponorogo berhasil membuat biofoam yang berbahan dasar ampas ketela dan bonggol jagung. Biofoam ini ramah lingkungan karena mudah terurai.

Informasi yang dihimpun suarajawatimur.com, kedua siswi tersebut adalah Jananhti Cucu Jayadi (16) dan Salamah Zukhrufa Jannah (16). Mereka berharap masyarakat mulai beralih dari memakai Styrofoam dengan biofoam.

“Kami hanya ingin mengganti sampah styrofoam dengan biofoam,” ungkap Jananhti Cucu Jayadi, Jumat (6/3/2020).

Foto : biofoam (jatimnow.com)

Jananhti juga mengatakan, biofoam buatan mereka ini memanfaatkan limbah dari hasil tanaman petani, yakn bonggol jagung yang mempunyai serat kasar serta ampas ketela yang mengandung pati.

Dengan bahan-bahan tersebut, selain menghasilkan biofoam yang alami juga tidak membahayakan untuk tubuh dan lingkungan.

Sementara cara membuat biofoam tersebut, pertama membuat adonan dari ampas ketela dan bonggol jagung yang sudah dihaluskan. Kemudian ditambahkan air mineral dan PVA diaduk hingga menjadi adonan, lalu dicetak dengan cara thermo pressing.

Sementara Salamah menambahkan, fungsi dari PVA digunakan untuk meningkatkan nilai densitas supaya kuat saat digunakan sebagai wadah makan serta tidak mudah pecah atau robek. Selain itu agar biofoam mudah terurai dan tidak beracun.

Karena keterbatasan alat, kedua siswi tersebut mencetak biofoam dengan menggunakan wajan biasa, tapi kalau ingin bagus sebaiknya menggunakan cetakan sesuai yang diingunkan.

Mereka menyatakan, biofoam buatannya ini bisa cepat terurai, dan dalam waktu selama 14 hari sebanyak 50 persen terdegradasi. Kalau dibanding styrofoam pada umumnya, untuk mengurai membutuhkan waktu puluhan tahun.

Biofoam buatan siswi SMAN 3 Ponorogo ini lebih aman digunakan dan ramah lingkungan karena mudah terdegradasi. Bahkan, kalau pun termakan hewan ternak pun akan lebih akan Karena terbuat dari bahan alami.(tim/spo)

Redaksi : Suara Jawa Timur

Baca juga :